Aku hanyalah seorang gadis yang tidak pandai merangkai kata-kata menjadi untaian kalimat indah dan nikmat untuk dibaca... Percaya?
:))

Let me be the one... (SS501)

Senin, Februari 15, 2010

Spring in London



Ilana Tan
Harga : Rp 39.000,-
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 240 halaman
Terbit : Februari 2010
Soft Cover


Gadis itu tidak menyukainya. Kenapa?

Astaga, ia—Danny Jo—adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan dan menyenangkan. Lalu kenapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan?

Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya.

Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama adalah kemungkinan ia akan jatuh cinta pada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi.


Sumpah!
Karya Ilana Tan memang bagus!

Dengan mengambil setting kota London (sekilas teringat lagu Changcuters, hehe), juga sedikit lokasi di Seoul and Tokyo, kali ini Ilana Tan menyuguhkan love strory dari kembarannya Keiko (tokoh utama Winter in Tokyo), yaitu Naomi—well, salah satu keistemewaan karya Ilana Tan adalah adanya kaitan antartokoh di satu novel dengan novel lainnya.

Naomi, artis Jepang yang memiliki darah Indonesia turunan dari neneknya, suatu hari dihadapkan pada situasi dimana dia harus bekerja sama dengan seorang pemuda yang masih memilki hubungan erat dengan masa lalu Naomi yang kelam. Mulanya, berbagai upaya dilakukan gadis ini untuk menghindar. Namun, Danny Jo, sang model berdarah Korea, sedikit demi sedikit bisa juga meluluhkan hati Naomi yang tertutup rapat. Sayangnya, di saat keduanya mulai menyadari perasaan masing-masing, suatu kejadian yang akhirnya mengungkap rahasia Naomi akan masa lalunya, telah membuat kedua manusia ini menjadi serba salah. And.. gimana endingnya? Buruan baca sendiri aja dee ;p

Yeah, menurut beberapa orang, tema yang diangkat oleh semua novel sejenis ini tu sama and basi—kata mereka lho. Tapi menurutku, suatu hal pembeda yang mampu menyulap “hal yang basi” tersebut menjadi menarik and istimewa adalah: kekuatan pengarang dalam menuturkannya. Yup, and Ilana Tan adalah salah satu contohnya. Rangkaian kalimat yang dibangun oleh penulis misterius—sangat sulit memperoleh keterangan tentang Ilana Tan, kau tau—ini terbukti sanggup memperlihatkan emosi dalam novelnya. Jujur, setiap membaca karyanya (Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, and Spring in London), ada semacam perasaan hanyut gitu *bukan lebay yee, ini fakta* xp

So, recommended ni!! :)



0 komentar: